Kue apa yang memanggangnya butuh waktu sehari penuh?

Jawabannya adalah kue kering yang dipanggang pake oven tangkring ukuran paling kecil dengan ukuran loyang yang paling minimal juga. Hehehe. Saya sampai bosan bolak-balik buka-tutup oven.

Kalau weekend kemarin saya galau setelah nonton Breaking Dawn part 1 (di bagian lagunya Bruno Mars diputer di nama-nama pemain, bukan karena Edward Cullen whatsoever itu), minggu ini saya galau sama oven saya. Iya. Otang saya ituu (bukan kotang). Saya belum bisa baca pikiran dia. Jadinya tiap saya mau bikin kue dengan ekspektasi awal yang berlebihan, pada akhirnya saya seringkali kecewa *bahasa kayak iklan homeshopping.

Weekend ini seharusnya saya bikin Chocolate Crackle Cookies dengan gambar seperti ini

Seperti itulah seharusnya mereka! Seperti puncak pegunungan Swiss yang botak karena global warming!

Dimana salah saya? Resepnya gampang sekali padahal. Pasti ini salah si Otang! *lirikan tajam mata ber-eyeliner atas bawah

Punya saya (ah ya kelihatan sekali foto mana yang diambil pake DSLR dan kamera hape, hahaha)

Btw, cuma 10 biji yang bersalju. Setoples sisanya kayak keropeng muka Dementor. Tsk!

Kue yang saya panggang di awal punya tekstur sesuai resep. Krispi di luar, lembut di dalam *semacam mirip iklan ya. Tapii saya kira itu karena nggak matang. Dan saya baru sadar sekarang kalau itulah esensi dari kue puncak-Swiss -botak-ini. “Chocolaty and crispy on the outside, moist, gooey and chocolaty chewy on the inside“– kesaksian salah seorang pembuat yang berhasil.

Klik untuk melihat resepnya.

Awas manis sekali! Diabetic danbo sampai pingsan. Kekeke.

*foto paling atas dikopi dari www.butterandsugar.org
Advertisements