Apa yang spesial hari ini? Hari ini turun hujan di rumah saya. Hujan beneran, bukan gerimis, bukan juga cuma lima menit. Hujan beneran yang melibatkan gludug, mendung, angin sepoi dan nggak lupa atap bocor *dansa-hepi-potong-bebek-angsa*.

Apa yang spesial nomer dua?

Akhirnya saya punya keberanian buat bikin roti lagi. Setelah kegagalan tragis –yang sebenarnya juga salah saya sendiri.

Dibilang kue sebenernya enggak. Half-blood roti lah. Wkwk. Ini kue yang membuatnya nomer dua paling gampang setelah muffin. Iya pudding roti sudah ada tulisannya di atas situ. Doh jadi ingat Telettubies.

Komentar teman saya yang makan, “Ini pakai tape ya?”

Gatal rasanya mau jawab, “Bukan. Ketetesan keringat kemarin. Jadi agak fermentatif.”

Jadi untuk nubitol cake maker wannabe *SIGH* seperti saya yang mau bikin, ini saya bagi resepnya. Sudah lama saya copas entah darimana. Kalau ada yang merasa punya resep kebetulan baca, sila komen di bawah biar bisa saya cantumkan namanya.

10 buah roti tawar (punya saya bukan kupas); 500ml susu cair; 2sdm maizena; 1sdt ekstrak vanilla; 3butir telur; 3per4 cup gula pasir DAN 1per2 cup gula pasir untuk dibuat karamel

*Potong kulit roti tawar. Rotinya direndam di susu cair, maizena, vanilla, telur kocok lepas, dan gula pasir.

*Masukkan gula pasir ke wajan teflon, kasih air secukupnya asal gulanya terendam, nyalakan api sedang. Begitu mendidih kecilkan api, aduk-aduk. Seorang chef pernah memberi saya tips *gaya-selangit*, kunci bikin karamel itu harus sering dilihat dan diaduk. Jangan malah ditinggal sms-an seperti saya. –“

*Susun potongan kulit roti tawar di dasar loyang. Begitu karamel kecoklatan (seperti Amber *nama batu, bukan bahasa Jawanya tumpah*) tuang karamel ke dalam loyang. Terus ditumpuk pakai adonan telur dan kawan kawan.

*Masukkan ke oven 200 derajat, 40 menit. Atau api sedang, 1,5 jam dengan oven kompor konvensional seperti saya.

Voila! Roti tawar anda yang nyaris basi bisa dikonsumsi kembali! Plus anda bisa dapat pujian pintar memasak. *evil grin*

Advertisements