Hore! Tadi saya mengucap salam selamat tinggal buat klinik Bedah Mulut! Cups! Byebye klinik yang bikin jantung saya sehat sejak masih tingkat bendol merah.

Beberapa hari yang lalu saya bikin muffin. Muffin yang sangar ituu. Yang ternyata bikinnya ga susah dan ga ribet ituu. Yang juga ga pakai mixer ituu.

Saya heran, saya ini kok mesti ga bisa baca resep. Saya sudah baca, sudah mempraktekkan dalam imajinasi berkali-kali, eh tapi kok ya ujungnya saya salah masukin bahan. Nggak apa-apa, itu tandanya harus belajar membaca sering latihan.

Becoz practice makes perfect, dude.

Resepnya saya ambil dari sini. Website favorit saya karena si ibu-ibu yang bikin resep selalu ngasih foto-foto step by step. Dan kayaknya si ibu-ibu ini gila gula. Bukan gula-gula. Dia banyaak sekali pakai gula. Jadi ya, hati-hati.

Berikut kopi resepnya dalam bahasa Indonesia. Bisa buat 12-14 cetakan muffin yang kecil.

Fig’s Cheese Muffins

1 1/2 cups terigu, 1 1/2 sendok makan gula pasir, 2 sendok makan baking powder, 1/2 sendok teh garam, 3 cups keju parut *saya cuma pakai 1 blok keju-itu kira kira 2 cups, kere, I know*, 1 cup susu, 1 butir telur *ayam, bukan bebek*, 1/4 cup butter dicairkan *saya pake mentega, kere, memang*

  • Campur jadi satu bahan kering: terigu, gula pasir, baking powder, garam, keju. Ayak yang bisa diayak.
  • Cairkan butter, tunggu agak dingin.
  • Di wadah terpisah kocok telur, susu, dan butter.
  • Masukkan bahan yang basah ke yang kering.
  • Campur pake spatula kayu.
  • Taruh di cetakan, panggang dalam suhu 375 derajat selama 20-25 menit.

NB: Aduk cuma 10 kali. Serius nih. Jangan bikin masalah sama gluten. Nggak harus 10 sih, kalau suka yang ganjil bisa 9. Serius. Jangan banyak-banyak.

Oya, saya bikin dua versi. Versi yang kedua di tengah dan di atas adonannya saya kasih katsuobushi. Enak sih, tapi seharusnya gulanya lebih saya kurangi dan garamnya saya tambahi. Satu lagi, punya saya kebanyakan mentega.

Ya ampun, sudah sok mengganti bahan, salah baca resep lagi.

 

 

 

Advertisements