Hei kamu yang ada di sana. Sedang apa? Standar. Pasti sedang memasak.

Kamu curang. Kamu pintar memasak dan aku tidak. Padahal aku wanitanya.

Sayang kita tidak sempat bertemu. Padahal seumur hidup rasanya hanya aku habiskan untuk menyiapkan sore ini. Jam-jam yang aku habiskan di depan televisi, buku resepmu yang sudah habis kutulisi, seharusnya berujung pada satu jam ke depan. Kalau tidak bisa nanti terus kapan lagi?

Mungkin bulan depan?

Tahun depan?

Kita berdua berjalan-jalan di taman. Piknik. Kamu yang memasak, tentu saja. Biar aku yang menjemput kamu. Membawa mobil, dengan segulung tikar di bagasi. Kemudian kamu akan membawa kue dalam keranjang rotan. Banyak kue. Ada macarons, quiche, eclairs, segalanya yang namanya sulit diucapkan dan terkesan kebarat-baratan.

Atau piknik di pantai? Mungkin membakar udang dan kepiting raksasa karena aku tidak suka makan ikan. Setelah itu kita bisa snorkelling, berenang, atau hanya berlari-lari di bibir pantai. Tentu saja untuk membakar kalori, kalau kamu bertanya untuk apa.

Katakan saja tempatnya. Aku akan memandangimu memasak sepanjang hari. Percayalah, aku tidak akan pernah lelah. Apalagi kenyang.

Oya. Satu lagi. Kamu. Kapan ada di televisi lagi? Aku tidak suka kamu diganti. Dia lebih ganteng memang, tapi dia bukan kamu.

Have a best-est weekend to you! xoxo! 😀

#

Wrote and emailed secretly published to Bara Pattiradjawane.

Advertisements