Sehubungan dengan adanya libur yang berkepanjangan minggu ini, saya sebagai anak perantauan pulang ke kampung halaman. Bak orang kota yang ‘nggaya’ pulanglah saya dengan membawa laptop, proposal skripsi dan DVD Gossip Girls -pinjeman-.

Di kampung halaman saya makan teratur, 3 kali sehari dengan lauk 4 sehat 5 sempurna. Nggak bohong nih, si mamah yang cinta makanan sehat selalu membuatkan saya dan adik-adik saya susu kedelai. Minyak ikan rasa jeruk pun selalu setia nangkring di atas meja makan, di sebelah kecap manis.

Sudah beberapa kali si mamah bikin telur rebus setengah matang. Awalnya sih rasanya IUH. Tapi sekarang rasanya jadi enak.. Jadi berasa nggak lagi di kampung gitudeh.

Kata si mamah, telur ayam jaman dulu itu kuningnya berwarna oranye sedangkan jaman sekarang warnanya lebih kuning. Jadi asumsi saya ayam kampung jaman sekarang sudah lebih nge-hip dan modern. Nggak cuma gaul di sekitar kandang, tapi sudah mulai merambah ke rumah kecantikan *glodak*.

Pertanyaan saya, sekeluarga kami merasa lebih aman mengkonsumsi ayam kampung dibanding ayam suntik. Kalau si ayam kampung ini sudah mulai di-modernisasi, kemana lagi kami harus cari ayam? Nah.

Lihat kan, oranye-nya cwanteek banget. Kayak warna daster si mamah.

Cara bikin telur rebus ala mamah

Taruh panci berisi air di atas kompor. Masukkan telur. Nyalakan api sedang. Tunggu sampai 5 menit (asumsi adik saya, dalam 3 menit air akan mendidih dan ditambah 2 menit supaya matangnya cuma setengah). Kemudian angkat telur dan segera rendam telur di dalam air dingin. Jangan lupa matikan kompor 😀

Being healthy is so easy kan…

Advertisements