Halo, sekarang sudah bulan Mei dan semester X hanya tinggal menghitung minggu. Baithewei saya lagi stress sekali lho *basi ah*.

As a reminder, inilah jadual klinik stripping saya *emang cuman sinetron yang bisa stripping*:

Minggu depan — diskusi kista (dengan dosen yang sibuk), diskusi periodontitis (dengan dosen yang sibuknya sampai level dewa), konsultasi skripsi (dengan sang profesor yang maha sibuk), kontrol pasien orto (dengan dosen yang supercreepy), dan yang terakhir yang paling vital, adalah harus kuret.

Akhir bulan — sidang proposal skripsi

Damn, I wish Imma good stripper!

Di sela-sela kesibukan saya yang padat *artis stripper ni ye*, nafsu makan saya makin binal. Sumpah, saya makan kayak kuli.

Benar sekali, saya membeli dan menghabiskan es krim Walls Double Dutch yang iklannya bikin ngiler itu. ย Dalam es krimnya ada potongan -sangat kecil- brownies, saus coklat, dan potongan -remuk- kacang mente. Dalam gambar, kismisnya saya tambahi sendiri.

You really should eat any kind of ice cream with raisins!ย 

Saya punya kebiasaan menambahkan susu cair kalau lagi makan es krim. Rasanya lebih mantapss lho. Susu-nya yang nggak seberapa manis berpadu dengan manisnya es krim sehingga membentuk simfoni nada dakwah *lho kok Rhoma Irama dibawa-bawa*. Atau bisa juga susu tadi diganti dengan yoghurt, supaya rasanya lebih tabrakan.

Ada yang pernah coba croissant diatas? ย Namanya Croissant Apple Turnover. Bisa didapatkan di Superindo Surabaya, dengan harga Rp. 6000,- saja.

Tampilannya sungguh menggairahkan. Berlapis karamel lengket yang manis, roti croissant-nya yang empuk dan gurih diisi dengan campuran apel segar dan bubuk kayu manis yang wangi.

Nggak lah.

Yang di toko tadi sudah dingin dan rotinya jadi agak alot. Ya karena campuran antara sudah-dingin dan bahan-pengisi-yang-lembek.

Tapi sungguhan lho, seumpama croissant tadi fresh from the oven, pasti rasanya ennnnak sekali.

Ya. Saya lagi keranjingan mengoleksi buku resep memasak. Bahkan saya yakin kalau bakat saya yang sejati berada di bidang menggasak makanan masak-memasak.

Di Gramedia Plaza Surabaya, buku resep masakan ini dibandrol dengan harga Rp. 5.ooo.- hingga Rp. 10.000.-

Oh my wow, saya yang dasarnya lemah pertahanan diri kalau sudah ketemu buku, langsung kalap deh.

Saran saya, jangan beli yang bikinan Sisca Suwitomo *temennya sisca suwi sri!* karena bumbunya ribet.

Jangan juga yang isinya makanan Jepang, karena bumbunya sudah pasti impor dan lebih mahal dari bumbu untuk masakan Italia.

Sudah dulu deh, saya lapar, mau makan.

Advertisements