Entah kenapa nafsu makan saya tiap weekend sangat sangat bertambah. Aduh perut saya jadi ngembang.

Sebenernya saya makan nasi apa ragi sih.

Buat makan siang merangkap makan sore saya bikin tikka masala.

“Wow, keren sekali!”

Hahaha, ini tipu lah. Bumbunya instan. Saya beli bumbu tikka masala keluaran Asian Home Gourm*t.

Beli dimana? Di Ranch Mark*t.

“Wow wow lebay sekali!”

Sebenarnya di Gian* juga ada seri bumbu ini, tapi yang rasa tikka masala nggak ada.

— tinggal potong daging (karena saya tidak makan ayam), rendam di bumbu, tambah yoghurt, tumis bawang bombay, cemplung cemplung, sudah jadi–

Weekend kemarin saya bikin flan karamel buat cemilan.

“Wow wow what the hell my dear, since when you became so chef alike??”

Btw ini instan juga.

Aslinya, bikin flan lebih njelimet, melibatkan oven dan mixer yang saya tidak punya.

–tinggal campur pudingnya pake air, susu, tunggu mendidih, bikin karamel, tuang kanan kiri, jadi–

Ada yang tahu di atas itu gambar apa?

Itu seblak. Kerupuk oleh oleh pacar teman saya. (ya Tuhan kapan saya punya pacar. hahaha)

Seblak adalah bukan kerupuk biasa. Sebenernya dia cuma kerupuk bawang pada umumnya. Akan tetapi yang menjadikan ia spesial adalah taburan lombok, garam, serta micin yang luarbiasa. Percayalah, kerupuk ini bikin ketagihan. Dan sakit tenggorokan kalau dimakan terlalu banyak.

Ah ya, untuk minggu depan saya mau memasak kare. Kepingin bikin kare kuah kental kayak di film Chibi Maruko Chan. Tapi rupanya bumbu blok kare tadi cuman pernah saya temukan di supermarket H*ro Grand City. Jadi saya akhirnya beli yang versi Korea.

Sayangnya dengan tutorial memasak yang juga berbahasa Korea.

Saya jadi bingung apanya yang 150 gram, 300 gram, 200 gram, 120 gram?

a. daging 150 gram, garam 300 gram, wortel 200 gram, kentang 120 gram.

b. bawang bombay 150 gram, daging 300 gram, jamur 200 gram, merica 120 gram.

Apa dong?

Advertisements