Demi memenuhi mandat tidak resmi dari salah satu dosen yang dari dulu sudah mati-matian saya hindari tapi akhirnya ketemu lagi, maka saya membuat paper ini. Isinya entang penetapan gigit, sodara-sodara. Dan sumbernya tidak lain dan tidak bukan berasal dari buku-buku Prostodonsia yang umurnya lebih tua dari nabi Adam. 😀

Klik Untuk Melihat Paper Saya

Pengerjaan penetapan gigit ini dilakukan pada proses pembuatan gigi tiruan lengkap setelah lempeng gigit dan galangan gigit dibuat. Fungsinya untuk menentukan dimensi vertikal dan horizontal dari posisi maupun ukuran galangan gigit yang disesuaikan dengan kontur wajah pasien, tinggi gigit, relasi oklusi, serta relasinya dengan alveolar ridge pasien. Menurut saya, penetapan gigit ini merupakan tahap paling krusial dalam pembuatan gigi tiruan lengkap setelah proses border moulding. Karena dari galangan gigit ini dapat dibuat panduan dalam meletakkan model kerja dalam artikulator dan yang lebih penting lagi adalah panduan dalam menyusun gigi.

Pada saat melakukan penetapan gigit lempeng malam beserta galangannya harus retentif di dalam mulut penderita. Karena penting untuk menentukan tinggi gigit pada anterior rahang atas. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu lempeng ini akan tidak retentif lagi karena sering dipasang-lepas, berat karena terbat dari malam, serta karena perubahan suhu akibat mukosa rongga mulut yang panas sehingga menyebabkan perubahan dimensi malam merah. Tapi jangan khawatir, selama proses border moulding dilakukan secara tepat (individual tray retentif) dan hasil pencetakan mukokompresif baik, semua akan baik-baik saja setelah gigi tiruan di processing dengan akrilik dan dicobakan pada penderita.

Gaya nih gaya.. Yang sudah ujian profesi Prostodonsia! Hahaha. Berikutnya ujian profesi Konservasi Gigi. Doakan saya! Dan semoga paper saya di atas membantu pencerahan tentang ilmu uzur ini.

 

Advertisements