Kota Malang itu biasa-biasa aja dan cenderung menyebalkan.

Itu kata saya sebelum Public Health selama dua minggu disana. Bersama dua teman saya, kami masing-masing mendapat tugas dari kampus untuk memecahkan masalah kesehatan di Kecamatan Karangploso Malang. Karena tersedia mobil dan kami memang hobi jalan-jalan, maka berjalan-jalanlah kami (ya iyalah!).

Saya tidak menyangka Kota Malang bisa begitu mengasoykan (DOR!). Oke tanpa cang cing cong saya bahas satu per satu alasannya.

# Di Malang ada Lai Lai. Supermarket ini bertempat di Jalan Arjuno di sebuah bangunan tua. Menjual makanan impor yang aneh-aneh dan baru saya lihat hari gini. Kalau minyak kelapa sudah biasa, minyak jagung juga, nah di Lai Lai kemarin saya lihat minyak blueberry.

Lai Lai juga menjual jajanan. Semua ada…mulai dari jajan desa seperti yang dijual di bu Cici, sate babi, roti maryam, pizza, sampe sus gulung daging asap yang masih terasa enaknya sampe tujuh turunan.

# Di Malang ada yang jual lampion. Mungkin tidak se-sophisticated light craft di Surabaya. Tapi modelnya lumayan variatif, murah dan warna-warna lampionnya meriah. Lampion bulat kecil yang diameternya 20 senti dihargai 9K. Bertempat di kaki lima Jalan Soekarno Hatta di depan Taman Krida Budaya.

#Di Malang ada nasi goreng ati. Rasanya enak heboh. Bentuknya berupa nasi goreng jawa yang dikasi rasa agak pedas dan di atasnya dikasih cincangan ati ayam yang digoreng. Setahu saya ada dua tempat yang kelihatan ramai. Pertama di jalan Soekarno Hatta, dan di jalan Gajayana.

#Di Malang ada Mall Olympic Garden. Mall nya sih biasa saja. Yang bikin tidak biasa adalah di mall tadi ada penjual sepatu murah. Harganya sekitar 25K sampai 60K.  Tapi modelnya berbeda jauh dengan apa yang biasa dijual di Surabaya. Letaknya di depan Centerpoint.

#Di Malang banyak sekali kafe. Ada toko buku yang lantai atasnya diubah jadi kafe, kafe outdoor, kafe lesehan. Mungkin karena di Malang sejuk makanya bisa laku kalau kafe di desain outdoor. Letaknya ada di sepanjang jalan Soekarno Hatta, Gajayana, Galunggung, Ijen dan jalan satu lagi yang saya lupa namanya. Waktu itu saya pergi ke Kafe Ria Djenaka di Jalan Bandung (ada live music yang penyanyinya suaranya lumayan meskipun tampangnya enggak) dan ke Restoran de Pans di Jalan Ijen.

Cuma bedanya kalau di Ria Djenaka harga makanan dan minumannya lebih murah dari de Pans. Minumannya lebih variatif juga. Tapi ambience nya lebih romantis di de Pans ding!

#Di Malang ada nasi ceker! Yang satu di Jalan Letjen S Parman di depan Carrefour, satu lagi kaki lima di Jalan Soekarno Hatta. Yang terakhir ini tulangnya lunak lho.

#Di Malang dan sekitarnya ada wisata seperti rafting, Jatim Park, Jatim Park Museum, Batu Night Spectacular, Taman Safari alamakjang banyak betul.

# Di Malang sejuk, tidak seperti di Surabaya. Memang sih kalau siang panasnya sama saja, tapi kan kalau malam lumayan bisa tidur tanpa ac.

#Di Malang ada STMJ dan ronde yang asekk. Namanya STMJ Sob yang ada di depan School Of Bussiness di jalan Ijen. Kalau rondenya ada di jalan Soekarno Hatta.

#Di Malang ada ketan duren murmer tapi enak. Namanya Keren, dijual pake gerobak biru tutul-tutul putih di jalan Merbabu depan Prodia. Membuatnya gampang ternyata. Duren dipencet-pencet, dikasih air sama gula. Gitu doaaang..

#Di Malang ada penjual uleg-uleg, alu dan alat-alat masak yang terbuat dari kayu kelapa. Letaknya di jalan besar Dau. Saya langsung kalap beli uleg-uleg. Hahahaa..

#Di Malang ada kafe yang khusus jual yoghurt. Ada juga makanan eropa, cina nya sih. Letaknya di seberang UMM Dome, namanya kafe Hocy.

 

Wow.. ternyata panjang juga jadinya. Berarti tidak percuma saya “berlibur” dua minggu di Malang.

Nanti saya mau punya rumah di Malang aaahh.. Hehehe.. Lets visit Malang!

 

Advertisements