Hei Pria Hujan,

Apa kabar? Musim hujan sudah datang lagi. Mendung setiap hari di sini. Kadang hujan turun deras sekali. Gerimis juga sesekali.

Hei Pria Hujan,

Aku ingat. Suaramu. Senyummu. Matamu. Baumu. Semua sejuk. Semua indah. Bahkan punggungmu ketika kamu berlalu pergi. Pergi jauh sekali. Tanpa berniat kembali.

Tapi Pria, aku tahu kau selalu ada di sana untuk aku. Aku tahu kau tidak akan pernah pergi terlalu jauh.

Wahai Pria Hujan,

Aku rasa aku sedikit jatuh cinta. Bukan denganmu seperti yang sudah-sudah. Aku menemukan orang lain. Ah, jangan bandingkan dia denganmu. Kau masih jauh terlalu indah. Sampai kapanpun.

Tapi Priaku sayang, sedikit banyak ia sama denganmu. Banyak menyimpan, sedikit bercerita.

Yang membuatnya lebih baik darimu cuma satu. Dia pria baik-baik. Tidak cukup hanya baik sepertimu.

Sssh.. Aku sudah lebih pintar, Sayang. Aku tidak akan benar-benar jatuh cinta seperti denganmu dulu. Aku sudah tahu apa itu sakit.

Wahai Pria Hujan,

Terimakasih karena sudah datang sebentar. Aku akan selalu ingat bila tidak ada hal senyaman berselimut saat hujan sambil menyalakan pendingin ruangan.

Ah maafkan susunan kalimat yang tidak indah ini, Sayang. Kau tahu dengan sangat pasti kalau aku selalu membatu di hadapanmu.

 

xoxo,

C.Y

 

Advertisements