Liburan saya sudah selesai!!!

Liburan kali ini kalau dihitung-hitung saya banyak bepergian.

Awal liburan saya sudah KKN di Sidoarjo selama 1 minggu.

Rehat satu minggu kemudian saya langsung ciao ikut Asian Pacific Dental Student Association di Jepang, semacam seminar gitu lah bahasa indonesianya. Satu minggu juga saya di sana. Setelah tiba dari Narita saya ke Akasaka, keesokan harinya ke Hakone, lalu Asakusa, Funabashi, dan Disneyland Maihama. Sempat nyasar ke Akihabara, walaupun cuma di stasiunnya saja sih, tidak lebih.

Di Jepang saya capek bukan main. Rasanya seperti outbond. Jalan melulu. Kata siapa dengan banyaknya kendaraan umum lalu kami bisa bersantai. Koper tetaplah koper. Tangga tetaplah tangga. Dan stasiun tidak lantas ada setiap 100 meter.

Dan karena saya kesana waktu lagi bulan puasa, maka semuanya jadi tambah berat. Karena saya tidak bisa makan tiap makanan aneh yang bisa saya temui. Ah sensi rasanya..

Setelah itu saya kembali ke Nganjuk sambil sekali-sekali main ke Surabaya kalau ada acara buka puasa bersama.

Di penghujung puasa saya jadi sopir luar biasa. Rutenya Nganjuk-Surabaya-Nganjuk-Surabaya-Nganjuk-Solo-Nganjuk-Surabaya. Semua saya lakukan selama seminggu terakhir liburan saya. Sepertinya salah satu keinginan saya untuk menyopir sangat jauh dan sangat lama sudah terwujud.

Di Solo saya baru merasakan liburan. Liburan yang tidak dikejar waktu, tidak bersama orang tua, ah pokoknya nyaman sekali. Meskipun tidak gila-gilaan, tidak heboh ketawa-ketiwi, tidak shopping menggila.

Saya jalan-jalan bersama teman saya, sang Menteri Sejarah dan Kebudayaan kota Solo. Saya dibawa makan-makan, minum-minum,  duduk-duduk, jalan-jalan, keluar masuk gang yang meskipun kecil tapi rumahnya, jalannya, dan lampu jalannya bagus. Lihat-lihat, kanan-kiri, sampai leher saya bingung. Saya bahkan tidak shopping tapi saya tidak bernafsu untuk shopping!

Teman saya itu keren sekali ternyata. Dia membuat berlembar-lembar daftar tempat makan, minum dan belanja yang bisa dikunjungi selama di Solo.

The best part is, saya bisa makan tiap makanan yang bisa saya makan karena puasanya sudah selesai!

Di atas adalah penampakan pecel Solo. Berasnya merah, bumbunya pakai wijen. Masih lebih enak pecel Nganjuk. Hahahaa..

Saya tidak bawa kamera, karena saya sudah bosan berhenti tiap meter dan disuruh memfoto orang. Ah tapi teman saya kecewa sekali. Rupanya di dalam tubuh dewasanya masih tersimpan naluri abg narsis.

Jadi kangen dengan hape saya yang lama, Nokia 6500 slide, kamera 3,2 MP with Carl Zeis lens, autofocus and LED flash serta sentimental value tinggi. Dasar pencuri terkutuk!

Next trip will be at Candi Borobudur!!!

😀

Advertisements