ternyata cinta

yang berderap gegap gempita waktu imajimu hadir membanjir

yang meniup lembut darahku hingga mengalir silir

yang memompa kencang saat nafasku berdesir bagai tersihir


pula ternyata cinta

tidak sanggup menahan dirimu untuk diam tinggal

tidak cukup membuat dirimu…

terus mencintaiku

Tidak cuma pria yang mudah diperbudak oleh hormon, ternyata wanita juga. Atau mungkin cuma saya ding. Hehehe.. Sejak kemarin saya merasa tengah dipermainkan oleh hormon-hormon dalam tubuh saya sendiri. Tiba-tiba ngomel, tiba-tiba cerewet, tiba-tiba pintar bikin puisi, tiba-tiba jutek, dan tiba-tiba jadi sentimental. Sangat sentimental sampai mata ini jadi seperti kantong kertas berisi air. Bisa pecah sewaktu-waktu.

Selain sentimental, sekarang saya juga lapar. Lapar perut, lapar hati, lapar pikiran. Ah lebay ay ay! Mau tidur lagi aja deh…

Oya,

dari semua ketiba-tibaan tadi, mengapa tidak ada yang berbunyi tiba-tiba disleksia membedakan kanan-kiri hilang, tiba-tiba penyakit very-very-short-time-memory-loss sembuh, atau tiba-tiba hafal perkalian ya? Hormon saya kurang secanggih Doraemon ternyata. Zzzz…

Advertisements