Tulisan ini bukan tentang album Mika. Ini tentang teman KKN saya yang asalnya dari Solo. And Imma bit obsessed with his accent. Hahaa.. 😀

Tapi kan saya tidak bikin tulisan ini buat membahas kebaikan hatinya, kegantengan wajahnya, ekspresinya waktu dikerjain, dan lain lainnya.. Saya cuma mau tulis kalau saya terpesona sama dia waktu di stasiun kapan hari itu.

Jadi ceritanya kapan hari itu saya mengantar dia dan 2 orang teman saya ke stasiun Sidoarjo. Saya memang dari dulu takut kalau mengantar orang lain masuk stasiun. Karena saya pasti menangis kalau lihat orang yang saya antar berlalu pelan-pelan di depan saya dengan naik kereta. Kalau saya tidak menangis berarti waktu itu saya lagi gigit lidah kuat-kuat sambil tahan napas.

Waktu kami sedang duduk di kursi tunggu, ada keretan Pasundan *kalau ndak salah* yang lagi ngetem nurunin-naikin penumpang.

Dan dia bikin tebakan. Lupakan tentang tebakan apa arti +4 dibelakang tulisan Sidoarjo. Itu sudah ketinggalan jauh. Dia hafal arti kode-kode yang ada di samping gerbong. Semua singkatannya. Bahkan saya yang *kadang-kadang* pintar menebak kepanjangan dari sebuah singkatan saja takluk terpesona. Hahahaa..

Oya, belakangan dia bertanya kepada saya mengapa kok saya ndak suka kalau disuruh pacaran sama orang keren dan ganteng. Saya bilang kalau orang ganteng itu nggak suitable buat saya. Tapi sebenarnya saya nggak tau alasan rincinya kenapa. Dan pertanyaannya bikin saya berpikir tujuh keliling. Saya berusaha mengutarakan alasan macam-macam. Tapi baru saya sadar kalau orang ganteng dan keren itu tidak membuat saya merasa nyaman. Mungkin… ego saya sebagai orang cupu membuat saya enggan beranjak dari lingkaran laptop-iPod-PSP-novel-kasur-DVD dan berusaha membaur dengan para shiny people dengan flashy lifestyle mereka.

Advertisements