Oke.

Saya mulai nyolot sama masalah KKN ini. Bukannya saya manja dan tidak mau bekerja keras. Tapi sungguh saya capek sama rapat-rapat kentut yang nggak ada ujungnya ini. Mulai yang membahas proposal dana, kendala-kendala KKN, macam-macam kegiatan, dan buntutnya adalah tadi disuruh membuat Plan of Action. I mean, do we really need to plan everything? Come on guys, this is holiday.. Mungkin karena saya nggak pernah punya pengalaman organisasi makanya nggak ngerti sama yang beginian. Tapi sungguh saya jadi berpikir, seperti inikah keadaan rapat-rapat organisasi? Bosan sekali… Sepertinya tiap orang harus menyumbangkan ide cemerlang, sepertinya setiap orang harus bicara. Dan pertanyaan paling membosankan yang terus-terusan keluar dari bibir manis ketua saya adalah “Ada pertanyaan lagi nggak??”. Bagaimana saya bisa bertanya kalau saya nggak ngerti poinnya dan nggak lihat dimana menariknya…Β  😦

Dan lalu nanti hari Jumat sore kita disuruh rapat lagi.. Tuhan, saya rela nilai saya dikurangi satu poin asalkan saya boleh nggak ikut rapat-rapat macam begini.

But wait until you read the worst part.

Yang Mulia Ketua Kelompok saya tiba-tiba tidak mengizinkan saya untuk bawa mobil. Dia tidak menyebut alasan. Tapi mungkin juga walaupun disebutkan alasannya saya juga nggak bakal mau dengar. Alasan dia nggak mungkin sophisticated dan masuk akal pasti. Hahaha. πŸ™‚

Tapi tetap saja, halangan permobilan ini tidak menyurutkan niat saya untuk hidup mapan dan nyaman saat KKN nanti. Oh iya saya lupa, KKN nanti kami harus banting tulang buat memajukan desa Ploso.Kami tidak boleh hidup mapan dan nyaman sebelum warga desa tempat kami tinggal hidup sejahtera.

Sangat benar benar disesalkan setengah mati mengapa jadwal APDSA tidak melindas mati-matian jadwal KKN. Breng*ek.

Advertisements